PRAKERIND ATAU Praktek Kerja Industri SMK NU 1 Kedungpring TP. 2018/2019

Untuk menerapkan ilmu atau teori yang sudah didapat selama 1 semester didapat di kelas, maka sebanyak 78 siswa kelas 11 SMK NU 1 Kedungrping mengikuti Praktek Kerja Industri (Prakerin). Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 bulan yaitu mulai 7 Januari sampai 7 April 2019.
Mereka terdiri 4 program keahlian, yaitu 18 orang Akuntansi, 25 orang Multimedia, 15 orang Teknik Komputer dan Jaringan, 21 orang Teknik Kendaraan Ringan. Lokasi Prakerin dipilih siswa pihak SMK NU 1 Kedungpring terdiri dari 29 DU/DI yaitu :
1. BANK DELTA LAMONGAN (BABAT)
2.KPRI BABAT
3.NUSA TECH BABAT
4.HITECT COMPUTER BABAT
5.MUTIARA DIGITAL PHOTO BABAT
6.CHOMBI PRIMA GRAFIKA
7.RAIJO AGUNG
8.VAVAAZA ULYA VISION
9.WITO FAJAR MOTOR
10.HARTONO JAYA BENGKEL
11.SUMBER AGUNG LESTARI
12.SUROBOYO BENGKEL
13.PRAKTIS MOTOR
14.KASMU BENGKEL
15.NEW SURYA MOTOR
16.ABIYASA
17.ZADA
18.ONGIE
19.GLOBAL ADVERTISING
20.KPRI MODO
21.KBPR KDP
22.BMT KDP
23.PEGADAIAN SUKODADI
24.PEGADAIAN BOURNO
25.SPRINT NET
26.KUD MINATANI
27.CV RB GROUP
28.RIZKY JAYA ABADI SURABAYA
29.CV MULTI MANDIRI SURABAYA.
Kepala SMK NU 1 Kedungpring,Muhammad Bahtiar Adityas, S.Kom.,MM mengatakan Bahwa “Setiap jenjang akan mengikuti Prakerin sebanyak 3 bulan, sehingga selama sekolah di SMKN 3 siswa akan mengikuti 9 bulan Prakerin. Jadi dengan begini kita harapkan siswa tidak hanya mengenal dunia industri, tetapi bisa belajar dan bekerja pada dunia industri setelah lulus nanti,” ujar Kepala Sekolah, kemarin.
Khusus Prakerin kelas 11 diakui Kepala Sekolah lebih kepada pengenalan industri kepada siswanya. Pihaknya tidak ingin siswa tidak mengenal industri sesuai dengan program keahliannya, sehingga saat kelas kelas 12 siswa tinggal pendalaman prakerin dan mereka siap terjun langsung kedunia industri.
“Tapi khusus untuk kelas 11 lebih kepada pengenalan industri, setelah mereka belajar teori di kelas, maka mereka bisa mulai praktek langsung. Tujuannya untuk mengetahui dimana kekurangan dan kelemahannya, sehingga saat belajar di kelas serta Prakerin selanjutnya mereka bisa lebih menyesuaikan diri,” jelasnya.
Dimana saat mengikuti Prakerin siswa diharapkan mendapat pengalaman serta ilmu baru ditempat Prakerin. Selain itu siswa harus menunjukkan tanggungjawab yang baik atas tugas yang diberikan dan jangan sampai merusak nama baik sekolah. Sebab, banyak yang ikut Prakerin seperti gagal.
“Sebab, ini adalah pengalaman paling berat. Dalam perjalanan Prakerin, kita harus memberikan yang terbaik. Lebih penting lagi terhadap orang tua yang membiayai semua pendidikan dasar tersebut. Jangan ada yang gagal, sebab kalau gagal, pasti akan ada kejelekan. Kalau perlu, sebagai orang yang percaya kepada Tuhan. Kalian harus selalu mengucap syukur kepadaNYA. Supaya, semua tanggungjawab dimana ditempatkan akan dikabulkannya,’’ akunya.
Diakuinya bahwa tujuan Prakerin adalah, menghasilkan tenaga kerja dan memiliki keahlian sesuai dengan tuntutan dunia kerja. Serta memiliki kemampuan dalam menghasilkan barang dan/atau jasa yang dapat dipasarkan. Juga memperkokoh ‘Link dan Match’ antara sekolah dan dunia usaha.
‘’Namun demikian harapan kita hanya supaya setelah berada di masing-masing tempat praktek. Supaya menunjukkan tanggungjawab yang baik. Baik itu atasan sementara dimana sedang melaksanakan praktek. Maupun sekolah yang mengutusnya,’’ harapnya.


