Desain Pembelajaran E-Learning
Abstrak
E-learning dibuat dengan tujuan tertentu oleh individu maupun instansi dan diharapkan memenuhi tujuan oleh peserta. Keberhasilan pembelajaran dalam e-learning ditentukan oleh tujuan dan perencanaan yang matang. Seringkali proses pembelajaran e-learning tidak diselesaikan sampai tuntas oleh peserta dengan berbagai macam alasan atau penyebab. Salah satunya tidak sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Mendefinisikan produk, membuat desain dan sub desain instruksional, yang didahului dengan analisis kondisi, analisis karakteristik peserta, analisis materi, analisis sumber daya, dan penetapan tujuan yang jelas, akan membantu keberhasilan e-learning.
Dengan perencanaan yang matang melalui tahapan-tahapan yang jelas, tujuan dibuatnya e-learning akan tercapai karena semua pihak yang berkepentingan mempunyai acuan yang sama.
Kata Kunci : desain instruksional, e-learning
PENDAHULUAN
Keberhasilan pembelajaran dalam e-learning ditentukan oleh tujuan yang jelas, analisis kondisi dan perencanaan yang matang. Seringkali proses pembelajaran berhenti di tengah jalan, peserta yang tidak melanjutkan lagi atau non aktif, karena pelaksanaan tidak sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Pembelajaran maya atau e-learning tidak sekedar memasukkan materi melalui internet, tetapi bagaimana materi yang sudah diunggah, peserta yang terdaftar, evaluasi, komunikasi dan sebagainya dikelola dengan baik sehingga pembelajaran e-learning sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan baik oleh penyelenggara maupun peserta. Untuk itu, sebelum menjalankan e-learning perlu dilakukan analisis kondisi dan perencanaan yang matang, dan sasaran/tujuan pembelajaran.
PEMBAHASAN
Tahapan dari e-learning dapat dilihat pada gambar 1, yang dimulai dari pendefinisian konten atau definisi produk, tahap ke-2 adalah membuat desain intruksional, ke-3 menyusun semua materi ke dalam semua format (dokumen, gambar, dan sebagainya), ke-4 menggabungkan semua format konten ke dalam sebuah aplikasi (misalnya eXe, hot potatoes), dan terakhir menunggah konten ke dalam platform e-learning seperti Moodle.
Gambar 1. Tahap Pembuatan Konten
Pada tahap pertama dan kedua, sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran pada saat berlangsung.
1. Definisi Produk
Gambar 2. Definisi Produk
Ada 7 (tujuh) hal yang perlu didefinisikan pada tahap ini, yaitu:
1. Project Title/What
Menemukan judul topik yang mencerminkan isi dan sasaran
2. Objective/What for
Menjelaskan tujuan secara umum
3. Target group/For whom
Mendefinisikan peserta potensial yang menjadi target pada training/diklat
4. Place/Where
Menjelaskan kegiatan tempat dilaksanakan kegiatan
5. Project Stakeholder/Who
Menjelaskan siapa (individu atau instansi) yang mendukunung atau bertanggung jawab pada kegiatan tersebut.
6. Time Frame/When
Menjelaskan waktu dimulai dan diakhiri kegiatan pembelajaran tersebut.
7. Budget/How
Membuat daftar kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan training/diklat
Gambar 3. Contoh Definisi Produk
2. Desain Instruksional
Adalah suatu rancangan proses pembelajaransecara sistematis untuk mencapai hasil pembelajaran yang efektif dan sesuai target.
Kegunaan Desain Instruksional :
- Meluruskan arah belajar mengajar.
- Menghindari penghamburan energi, biaya, waktu dan sumber daya lainnya.
- Menghindari revisi yang tidak perlu.
- Menghindari kegagalan mencapai kebutuhan peserta belajar.
Berisi judul, tujuan, deskripsi, materi, target, persyaratan peserta, anggaran, durasi, waktu pelaksanaan, metodologi pembelajaran, aktivitas, mode of learning, delivery, pacing/urutan, kontak person/instruktur.
Contoh Desain Intruksional.
Dari desain intruksional didetailkan lagi ke dalam format sub desain instruksional, yang berisi rincian/detail pelaksanaan sebagai acuan instruktur dan peserta dalam proses pembelajaran.
Gambar 4. Format sub desain instruksional
Contoh sub desain instruksional
Untuk sampai pada perencanaan berupa definisi produk dan desain instruksional di atas, sebelumnya perlu dilakukan analisis kondisi, analisis karakteristik peserta dan tujuan dibuatnya e-learning.
a. Analisis Kondisi
Analisis kondisi bertujuan adalah agar dapat menentukan kebutuhan akan training/pembelajaran yang akan di lakukan.Sebelum dilakukan penyelenggaraan pembelajaran e-Learning dilakukan need assesment karena:
- Untuk menemukan kondisi saat ini (initial condition) yang terjadi
- Mendefinisikan keinginan yang akan dicapai
- Mendefinisikan gap
- Menentukan langkah terbaik dalam pemecahan masalah yang dihadapi
Kelayakan perlu dilihat baik dari sisi kelayakan teknis, operasional, ekonomi, dan sosial.
Pernyataan dan pertanyaan yang perlu dijawab dalam analisis kondisi ini adalah :
- Content and objective : Apakah isi dari pembelajaran? Apa tujuan yang akan dicapai?
- Learning context : Bagaimanakah suatu pembelajaran itu terintegrasi terhadap suatu sistem ?
- Learning environment and conditions :Dimanakah pembelajaran ini akan dilakukan? Dan media apa yang digunakan?
- Resource : sumber daya manusia, finansial, materi dan sebagainya.
b. Analisis Karakteristik Peserta
Pertanyaan yang harus diidentifikasi pada saat analisis karakteristik peserta yaitu :
- Siapa peserta pelatihan ?
- Apa yang harus diketahui dari peserta pelatihan saat mengembangkan materi pelatihan ?
- Apakah kebutuhan peserta melalui pelatihan ?
c. Analisis Materi
- Materi apa yang diajarkan ?
- Materi apa yang penting dan apa yang hanya sekedar tambahan ?
d. Analisis Sumber Daya
- Sumber daya apa saja yang tersedia untuk pelatihan ?
- Orang
- Waktu
- Anggaran
- Materi, dll.
- Sumber daya tambahan apa yang dibutuhkan ?
- Kendala organisasi apa yang ditemui ?
e. Learning Objective / Tujuan Pembelajaran
Mengapa learning objective diperlukan, karena berfungsi
- Menjadikan suatu training berjalan secara efisien, dimana seluruh aktivitas mendukung tercapainya tujuan.
- Sebagai dasar evaluasi dan pengembangan berlanjut.
- Menyediakan bagi pembelajar suatu acuan untuk melakukan kontrol terhadap hasil yang didapat.
Area tujuan meliputi:
- Kognitif (pengetahuan)
- Afektif (sikap)
- Psikomotorik (keterampilan)
KESIMPULAN :
- Analisis kondisi, analisis karakteristik peserta, analisis materi, analisis sumber daya, dan penetapan tujuan s dibuatnya e-learning adalah hal yang harus dilakukan sebelum membuat e-learning.
- Tahap yang dilakukan sebelum menyusun konten ke dalam aplikasi dan mengunggah ke internet, yaitu mendefisinikan produk dan membuat desain dan sub desain instruksional.
Referensi :
- Module 1, E-learning 2nd Layer Training IGI
- Pfeiffer, Education - Making Sense of Online Learning A Guide for the Beginners and the Truly Skeptical, Patti Shank, 2004
Peny Iswindarti, S.Kom, M.T.
Widyaiswara Madya Progli Teknik Komputer dan Informatika
PPPPTK BOE Malang